Warga Ngamuk Tak Diizinkan Sebrangi Perbatasan Gorontalo-Sulut

POSTNEWS.ID –  Sejumlah warga mengamuk di wilayah perbatasan Gorontalo-Sulawsi Utara yang terletak di Desa Kota JIN Kecamatan Atinggola Kabupaten Gorontalo, Minggu (31/5).

Pasalnya, beberapa warga ini memaksa masuk dan tidak diberikan izin oleh petugas Gugus Covid-19 yang menjaga ketat perbatasan, dalam masa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar untuk mencegah penyebaran virus corona.

Kondisi perbatasan Gorontalo -Sulawesi Utara

“Ini karena corona Indonesia Kacau,” terdengar suara dari kerumunan wagra yang mmeprotes aturan untuk tidak bisa masuk wilayah Gorontalo. Tidak hanya masuk, warga yang keluar pun tak diberikan izin, sehingga pantau postnews.id terbentuk antrian Panjang di wilayah masuk dan keluar perbatasan.

Menurut Koordinator Perhubungan Provinsi Gorontalo di wilayah perbatasan, Frans Rahman bahwa yang bisa masuk dan keluar hanya kenderaan yang mengangkut logistic untuk kebutuhan masyarakat. “Jadi masa PSBB yang dapat keluar maupun masuk yakni hanya, mobil logistik seperti sayur, beras, dan bahan makanan lainnya,” ungkapnya kepada media ini.

Ia juga menjelaskan, bahwa memperboleh warga Gorontalo keluar tetapi tidak dapat Kembali sebelum PSBB dicabut. “Kalau mau keluar silahkan, tetapi tidak bisa balik sampai dengan waktu PSBB diterapkan. Kalau hari ini, keluar berarti baliknya 14 hari kemudian karena PSBB diperpanjang lagi,” ujarnya.

Petugas Perbatasan Gorontalo-Sulut Bersama warga

Ketika ditanya, protes dari warga kata Frans hanya salah paham karena mereka lihat ada tiga mobil yang masuk di wilayah Gorontalo. “Kalau itu, surat suratnya lengkap dan Mobilnya hanya diantar di wilayah perbatasan dan sopirnya Kembali ke Manado,” tegasnya.

R | Ronald Tine

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close