Tekuk 2-1 Denmark, Akhirnya Inggris Bakal Tampil di Final Euro Untuk Kali Pertama

SPORT – Puluhan ribu fans The Three Lions julukan tim sepak bola Inggris bersorak di Stadion Wembley saat wasit Danny Makkelie meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga semifinal kedua Euro 2020 antara Inggris melawan Denmark, Kamis (8/7) dini hari.

Sejumlah suporter ini bersuka cita lantaran timnas Inggris akhirnya bisa tampil di final Euro untuk kali pertama dalam sebuah turnamen besar, sejak Piala Dunia tahun 1966. Inggris telah tampil di 4 semifinal, dan seluruhnya gagal ke final. Yaitu pada semifinal Euro 1968, Piala Dunia 1990, Euro 1996, dan Piala Dunia 2018.

Untuk sukses ke partai final euro kali ini, seluruh pemain Inggris yang tampil di lapangan harus berkeringat lebih banyak. The Three Lions dipaksa bekerja keras oleh Tim Dinamit yang juga mengincar final kedua mereka setelah juara pada Euro 1992.

Betapa tidak, dibabak pertama Inggris sudah berada dalam tekanan saat Denmark unggul lebih dulu melalui tendangan bebas apik Mikkel Damsgaard pada menit 30. Membuat Jordan Pickford memungul bola dari dalam gawangnya untuk kali pertama sepanjang tampil di Euro 2020.

Di 9 menit kemudian, Inggris berupaya menyamakan kedudukan melalui gol “hadiah” dari kapten Denmark, Simon Kjaer, yang salah mengantisipasi bola umpan silang Bukayo Saka. Kedudukan (1-1) Tak berubah hingga laga usai babak kedua.

Laga pun harus berlanjut ke babak penambahan waktu, Inggris lebih mendominan melakukan penyerangan, hingga akhirnya sebuah pergerakan Raheem Sterling di sisi kiri pertahanan Denmark berujung dengan penalti bagi Inggris, setelah wasit berkonsultasi melalui VAR dan menunjuk titik putih.

Meskipun dalam tayangan ulang, hanya ada sentuhan tipis yang dilakukan Maehle terhadap Sterling. Insiden ini mendapat sorotan dari mantan gelandang Timnas Jerman, Didi Hamman.

“Saya tahu kamu harus melakukan apapun, tapi ada anak-anak yang menonton pertandingan,” sindir Hamman kepada RTE, Kamis (8/7).

Apapun komentar miring banyak pihak terhadap Sterling yang dianggap diving, putusan wasit tak berubah. Harry Kane pun maju sebagai eksekutor.

Jantung suporter Inggris pun sempat dibuat berdegup kencang saat penalti Kane sukses ditepis Kasper Schemeichel. Beruntung, bola rebound tepat mengarah kepada Kane yang langsung melakukan tendangan keras ke arah tiang jauh.

Keunggulan ini membuat pelatih Gareth Southgate mengubah strategi dengan memainkan Kieran Trippier yang merupakan pemain bertahan di babak tambahan kedua. Strategi yang sukses meredam agresivitas Denmark untuk bisa mengulang sukses 29 tahun silam.

Gol Kane memastikan Inggris bakal menghadapi Italia pada final Euro 2020 yang akan kembali digelar di Stadion Wembley pada Minggu (11/7) waktu setempat atau Senin dinihari (12/7) WIB.

“Saya sangat bangga kepada para pemain. Sebuah kesempatan luar biasa bisa menjadi bagian dari mereka. Fans juga sangat luar biasa sepanjang malam,” ucap Southgate usai laga kepada ITV (8/7).

Inggris 2-1 Denmark
Kjær 39′-og, Kane 104′ – Damsgaard 30′)

Inggris: Jordan Pickford; Kyle Walker, John Stones, Harry Maguire, Luke Shaw; Declan Rice (Jordan Henderson 95′), Kalvin Phillps; Bukayo Saka (Jack Grealish 68′ (Kieran Trippier 106′)), Mason Mount (Phil Foden 95′), Raheem Sterling; Harry Kane.
Pelatih: Gareth Southgate

Denmark: Kasper Schmeichel; Andreas Christensen (Joachim Andersen 79′), Simon Kjaer, Jannik Vestergaard (Jonas Wind 104′); Jens Stryger Larsen (Daniel Wass 66′), Pierre-Emile Hojbjerg, Thomas Delaney (Mathias Jensen 86′), Joakim Maehle; Martin Braithwaite, Mikkel Damsgaard (Yussuf Poulsen 65′), Kasper Dolberg (Christian Noergaard 66′)
Pelatih: Kasper Hjulmand.

REDAKSI | JMSI/R.MOL
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close