Sah! PSBB Gorontalo Berlaku Dua Pekan, Begini Penerapannya

POSTNEWS.ID – Setelah menerima berbagai saran dari seluruh Bupati dan Walikota se-Provinsi Gorontalo, akhirnya Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Wilayah Provinsi Gorontalo, akan mulai diberlakukan pada Senin (4/5).

Hal tersebut diputuskan dalam rapat Forkopimda yang dipimpin Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, yang diikuti oleh seluruh Forkopimda, serta Bupati dan Walikota se-Provinsi Gorontalo, yang membahas terkait finalisasi penerapan PSBB, yang berlangsung pada Minggu (3/5) pagi, secara daring.

“Pergub PSBB ini akan diberlakukan mulai tanggal 4 hingga tanggal 18 mei, selama 14 hari,” ungkap Rusli.

Dalam rapat tersebut, Gubernur Rusli Habibie juga menyampaikan beberapa poin penting terkait pemberlakuan PSBB, salah satunya terkait waktu pelaksanaan yang sebelumnya dimulai sejak pukul 06.00-15.00 wita, kini berubah ke pukul 06.00-17.00 wita.

“Kita sepakati dari jam 06.00 pagi sampai jam 17.00, agar masyarakat tidak berkumpul di tempat takjil, dan masih ada waktu satu jam untuk mempersiapkan buka puasa dan lain-lain,” jelasnya.

Tidak hanya itu, dalam aturan tersebut juga disepakati bahwa pasar mingguan di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo, dinyatakan ditutup selama PSBB, dan diganti dengan pasar harian, ataupun solusi lain yakni berdagang secara daring atau online

Penerapan PSBB tersebut rencananya akan dilakukan launching atau peluncuran, sekaligus sosialisasi kepada masyarakat, yang dimulai pada Senin pagi pukul 09.00 wita, yang akan dilakukan serentak di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo.

“Rencana kita adakan launching besok jam 9 pagi, secara serentak dari tingkat Provinsi dan Kabupaten,” katanya.

Sementara itu, Bupati Boalemo, Darwis Moridu yang diwakili, Wakil Bupati, Anas Jusuf dalam rapat tersebut, berharap kepada masyarakat agar dapat mematuhi penerapan PSBB, demi memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Dalam waktu dua minggu ini, mari kita betul-betul laksanakan secara ketat, sehingga keinginan dari kita semua bisa memutus mata rantai Covid-19 ini bisa terwujud,” pinta Wabup Anas.

Sementara untuk pelaksanaan salat berjamaah di Masjid, Wabup Anas mengaku akan menaati apa yang menjadi keputusan yang tertuang dalam pergub PSBB.

“Untuk salat, kami sudah imbau hanya tiga orang saja, tapi kalau toh dilakukan penutupan secara total, maka kami akan dengar dan kami akan taati,” ujarnya.

Sedangkan untuk penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak Covid-19, Pemkab Boalemo akan melakukan penyaluran tahap dua, yang rencananya akan disalurkan sebelum pelaksanaan tradisi tumbilotohe atau malam pasang lampu.

“Untuk penyaluran bantuan, kami sudah lakukan sebelum ramadan, dan Insya Allah untuk penyaluran tahap ke dua, kita usahakan sebelum tumbilotohe,” tutupnya.

Editor : Zul Hunowu

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
4

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close