Reimage, Corona dan Transisi Integrasi Sosial

POSTNEWS.ID – Setiap masalah yang datang tentunya ada solusi penyelesaiannya, begitupula segala bentuk penyakit yang melanda setiap insan manusia sudah pasti ada obatnya, tergantung ikhtiar manusia dalam memanfaatkan segala bentuk pengetahuan yang ia miliki apalagi di era sekarang yang kini dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dijagad bumi ini dan semua bangsa-bangsa”

Siapa yang tak kenal dengan coronavirus dengan stilah populernya virus korona, virus corona, atau virus Corona) adalah sekumpulan virus dari subfamili Orthocoronavirinae dalam keluarga Coronaviridae dan ordo Nidovirales.

Kelompok virus ini yang dapat menyebabkan penyakit pada burung dan mamalia (termasuk manusia). Pada manusia, koronavirus menyebabkan infeksi saluran pernapasan yang umumnya ringan, seperti pilek, meskipun beberapa bentuk penyakit seperti SARS, MERS, dan COVID-19 sifatnya lebih mematikan. Manifestasi klinis yang muncul cukup beragam pada spesies lain: pada ayam, koronavirus menyebabkan penyakit saluran pernapasan atas, sedangkan pada sapi dan babi menyebabkan diare. Belum ada vaksin atau obat antivirus untuk mencegah atau mengobati infeksi koronavirus pada manusia. (Wikipedia)

Jika menelisik kebelakang ratusan tahun yang lalu pandemi yang tidak kalah bahayanya pernah singgah di bumi, salah satu diantaranya ialah flu Spanyol yang terjadi pada tahun 1920. Hal ini menjadi rutinan bumi tiap 100 tahun sekali, maka dari itu virus corona kali ini menjadi hal yang tidak asing lagi bagi bumi. Banyak kalangan yang berpendapat tentang asal muasal virus corona ini , ada yang beranggapan bahwa virus ini dari Wuhan China , namun ada juga yang mengatakan corona ini merupakan senjata biologis yang dikembangkan oleh elit global.

Corona atau Covid-19 tiba di indonesia sedikit terlambat dibanding negara- negara lainnya seperti Itali, Amerika, Jepang, Malaysia, yaitu pada awal maret 2020, yang di umumkan langsung oleh presiden Jokowi. Banyak masyarakat yang sebelumnya santai terhadap corona dan cenderung menyepelekan karena beranggapan corona tidak mungkin tiba di indonesia , mengingat keadaan iklim serta kebiasaan dari masyarakat di negeri ini yang membuat peluang datangnya corona ke indonesia menjadi nihil , namun seakan tersedak ketika minum air, fakta tersebut berbanding terbalik dengan keadaan yang terjadi saat ini , bahkan indonesia mencatat persentase kematian terbanyak dibanding negara lain di asia yaitu 4.839 yang positif serta 459 orang yang telah meninggal.

Tidak berhenti pada gegernya virus Corona, kini indonesia juga terjangkit krisis kemanusiaan. Bagaimana tidak, banyak jenazah yang ditolak untuk dikebumikan di daerah asal mereka. Sehingga terpaksa dikebumikan di daerah lain, bahkan yang lebih parah dari itu ialah ketika pemugaran makam yang dilakukan saat warga mengetahui bahwa yang dikuburkan ialah korban Corona, padahal keluarga jenazah telah mengikuti persyaratan dan prosedur keamanan.

Corona atau Covid 19 itu kini merubah tatanan kehidupan manusia khususnya di Indonesia dalam segala aspek kehidupan terjadi perubahan yang signifikan baik itu tatanan kehidupan sosial, agama, budaya, pendidikan bahkan ekonomi sangat terpengaruh dengan hadirnya wabah ini diseantero bumi , tak terkecuali di negeri kita Indonesia tercinta tatanan kehidupan masyarakat sangat terjadi perubahan yang sangat pesat.

Dari uraian singkat diatas penulis hanya ingin sedikit berbagi persepsi bahwa saaat ini masyarakat kita tengah menghadapi transisi pola laku dan pola hidup yang sangat drastis bahkan semua itu diluar dugaan kita semua. Transisi menurut Kamus Bahasa Indonesia suatu peralihan dari keadaan (tempat, tindakan, dan sebagainya) pada yang lain contoh: ‘masa transisi, masa peralihan masa pancaroba: pada masa transisi, pada umumnya keadaan belum stabil. sedangkan integrasi sosial menurut Wikipedia pembauran dalam masyarakat, bisa berbentuk asimilasi, akulturasi, kerjasama, maupun akomodasi.

Bagaimana tidak terjadi transisi dan kekacauan integrasi sosial, penyakit virus Corona itu sangat berbahaya penularannya bahkan sampai mematikan manusia jika terjangkiti olehnya, kita apresiasi langkah tenaga medis yang telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyembuhkan mereka yang positif Covid-19 dan bisa selamat, tenaga medis adalah pahlawan kemanusiaan bagi kita semua bahasa itulah yang harusnya kita gelontorkan apapun ruang dan situasinya mereka adalah penyelamat kita.

Transisi kita bukan pada sesuatu yang berkemajuan tapi adalah transisi kemunduran bahkan hal itu bagi masyarakat awam adalah sesuatu yang sangat sulit diterima dimana ketika sebuah kebiasaan atau kebudayaan yang telah terbangun secara paksa mesti kita terima dengan penuh tanggungjawab dan lapang dada untuk keselamatan hidup agar tidak tertular dan menularkan virus Corona.

Sebagai persepsi penulis yang harus kita lakukan adalah reimage atau menyediakan anti virusnya baik dengan ikhtiar pengobatan dari tenaga medis bagi mereka yang telah tertular dan upaya pencegahan dini dengan mengikuti anjuran maupun himbauan tentang bagaimana agar kita jauh dari penyebaran maupun penularan bagi kita yang belum tertular oleh virus yang mematikan ini.

Olehnya dengan hal itu mari bersama kita berikhtiar bisa keluar dari permasalahan ini untuk mencapai keselamatan bersama dan kehidupan sosial kita bisa terintegrasi kembali atau terjalin dengan baik dan sebagaimana biasanya bahkan jika perlu dengan masalah ini kita bisa melangkah jauh kedepan untuk maju bersama menata bumi yang telah dihamparkan oleh sang Pencipta ini.

Dengan catatan agar kita sebagai manusia bisa seimbangkan mana untuk keberlangsungan hidup manusia agar menjaga seluruh alam ini dengan menahan dari dari kebiasaan merusak dan tentunya dengan upaya yang baik dan seimbang agar manusia menjaga alam dan alam menjaga manusia.*

Santo Ali  | Ketua Umum HMI Cabang Pohuwato Periode 2019-2020

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close