Polda Gorontalo Limpahkan Kasus Dugaan Penipuan (Pesan Keramik)

POSTNEWS.ID – Setelah dinyatakan berkas lengkap, Polda Gorontalo resmi melimpahkan kasus dugaan penipuan ke pihak Kejaksaan Tinggi Gorontalo, Senin (17/2).

Berkas perkara kasus dugaan Penipuan atau Penggelapan atas tersangka RL dilimpahkan Direktorat Reskrim Umum Polda Gorontalo ke Kejaksaan Tinggi Gorontalo yang diterima Anto widi nugroho. SH, MH selaku Jaksa Penuntut.

Pelimpahan kasus tersebut dilakukan setelah seluruh berkas penyidikan dinyatakan lengkap alias P21 oleh Kejaksaan Tinggi Gorontalo. AKBP Donny Arief Praptomo , S.I.K, MH selaku Kasubdit II Dit Reskrimum Polda Gorontalo menjelaskan, tersangka dijerat hukum karena melakukan Penipuan atau Penggelapan dengan cara tersangka memesan keramik seharga Rp. 237.139.179,- secara lisan kepada pihak PT. Grace Saniter Keramika Indonesia.

Kemudian keramik jenis granit tersebut, diterima oleh pihak PT. Rocky Mitra Bangunan yang bertempat di Kelurahan Huangobotu Kecamatan Dungingi Kota Gorontalo, dan keramik jenis granit tersebut tiba sesuai dengan pesanan Direktur PT.Rocky Mitra Bangunan berdasarkan 2 (dua) lembar surat jalan dan 2 (dua) lembar Invoice dengan kesepakatan akan dibayar 30 (tiga puluh) dan selambat-lambatnya 2 (dua) bulan.

Setelah keramik jenis granit tersebut terjual habis, uang yang baru dibayarkan oleh Direktur PT. Rocky Mitra Bangunan kepada pihak PT. Grace Saniter Keramika Indonesia belum sesusai dengan perjanjian belum seluruhnya dibayarkan melainkan disinyalir hanya dipergunakan untuk keperluan operasional PT. Rocky Mitra bangunan.

Tak selesai membayar, PT. Rocky Mitra Bangunan kemudian membuat pernyataan yang berisikan bahwa akan melunasi sisa pembayaran kepada PT. Grace Saniter Keramika Indonesia, namun sampai dengan waktu yang ditentukan pada surat pernyataan tersebut Direktur PT. Rocky Mitra Bangunan tidak melakukan pembayaran seluruhnya ke PT. Grace Saniter Keramika Indonesia.

Dinilai tidak terima dengan perlakuan PT. Rocky Mitra Bangunan yang di pimpin tersangka RL, pihak PT. Grace Saniter Keramika Indonesia melaporkan RL ke Polda Gorontalo. Lebih lanjut AKBP Donny Arief Praptomo menjelaskan, pelaku dijerat dengan Pasal 378 KUHPidana atau Pasal 372 KUHPidana. Kemudia tersangka pada saat ini sudah dilakukan penahanan oleh pihak Kejati Gorontalo.

Polda Gorontalo | Ronald Tine
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close