Pleno Golkar Pohuwato, Hamdi Alamri Dipecat & Saiful-Suharsi Masuk Daftar

POSTNEWS.ID – Partai Golkar Kabupaten Pohuwato melaksanakan rapat pleno diperluas membahas beberapa agenda penting, diantaranya Keanggotaan Partai Golkar Hamdi Alamri, dan membahas kembali usulan rekomendasi Calon Kepala Daerah Pilkada Pohuwato.

Ketua DPD II Partai Golkar Pohuwato, Nasir Giasi, mengungkapkan pemecatan terhadap Hamdi Alamri, telah melalui mekanisme Partai yang dipimpinnya. “Pertama prosesnya sudah cukup panjang kurang lebih 8 bulan lamanya tim investigasi mencari fakta lapangan dan spesifikasi itu sudah terbentuk, serta kita undang yang bersangkutan,” ungkapnya.

Kemudian, pihaknya melalui rapat pleno, Senin (24/8) memutuskan memberhentikan Hamdi Alamri dari Anggota DPRD Fraksi Golkar Kabupaten Pohuwato. “Sebelumnya, Ia (Hamdi) tidak memberikan hak suaranya saat Musda, karena sudah diberhentikan melalui pleno saat itu, menunjuk Plt Pak Tahir Yusuf agar roda organisasi di Kecamatan Randangan berjalan lancer,” ucap Nasir.

Langkah ini diambil, tegas Nasir karena Hamdi Alamri dinilai melanggar mekanisme Partai Golkar dalam Pilkada 2020. “ Karena yang bersangkutan (Hamdi Alamri) mendaftar melalui jalur independent. Itu sebagai pelanggaran harkat martabat dan marwah nama baik Partai Golkar sendiri,” tuturnya.

Meskipun demikian, Nasir Giasi mengaku desakan hasil rapat pleno tetap memperhatikan mekanisme yakni penerbitan Surat Peringatan (SP) dalam memberhentikan Hamdi Alamri dari Partai Golkar maupun dari anggota DPRD Fraksi Golkar Kabupaten Pohuwato.

Peserta rapat pelno Partai Golkar Kabupaten Pohuwato

Disamping itu, Saiful Mbuinga – Suharsi Igirisa melalui pleno yang berlangsung di Sekretariat DPD II Partai Golkar Pohuwato, memutuskan paket tersebut masuk dalam daftar usulan rekomendasi Partai Golkar sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati, beserta Nasir Giasi-Rudi dan Iwan Adam-Wakilnya.

“Kenapa belum ada panismen terhadap Suharsi Igirisa karena rekomendasi DPP Partai Golkar belum ada, Jika rekomendasi diberikan  kepada Iwan Adam maka prosesnya akan sama (Hamdi Alamri) yakni pemecatan sebagai Anggota DPRD Provinsi,” ulas Nasir Giasi.

Pihaknya mengaku, sampai saat ini menunggu rekomendasi DPP terhadap Calon yang diusulkan. “DPP mengembalikan rekomendasi sebelumnya, dan pleno hari ini tetap mendorong Iwan Adan dan Calon yang berkembang lainnya. Ini dilakukan untuk menghendari pecah belah di internal. Kami menunggu siapapun yang direkomendasikan oleh Partai Golkar sudah bersepakat siap mengamankan dan memenangkan,” tandasnya.

Wahid Maku | Ronald Tine

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close