Pecat 3 Kader Posyandu Tanpa Alasan, Kades Buhu : Itu Hak Prerogratif Kepala Desa

POSTNEWS.ID – Kepala Desa Buhu Kecamatan Talaga Jaya Kabupaten Gorontalo, Muhamad Daud Adam menegaskan, keputusannya untuk memberhentikan tiga orang Kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan hak prerogatifnya.

“Kalau ada hal-hal yang dianggap tidak sesuai, maka saya mengambil tindakan. Karena itu hak prerogatif kepala desa,” tegas Mohamad Daud di ruang kerjanya, Kamis (14/7).

Mohamad mengatakan, pemberhentian Meike Thaib, Nour Hikmah Kamarudin dan Indah Mauludu berawal dari pelantikan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga. Kata Mohamad, kegiatan tersebut perlu campur tangan dari mereka bertiga. Karena posisi kader posyandu ada kaitannya dengan dasawisma.

“Waktu itu kegiatan pelantikan PKK. Nah, Ketua Tim PKK tidak mau melantik apabila memo atau dokumen lainnya tidak lengkap. Mereka tidak melaksanakan itu,” ungkap Mohamad.

Menurut Mohamad, mereka tidak loyal terhadap tugas yang diembannya. Sehingga dirinya mengeluarkan SK pemberhentian kepada ketiga kader tersebut.

“Ini tidak ada kaitannya dengan riak pilkades kemarin. Hanya memang mereka tidak loyal dalam tugas,” kata Mohamad.

Sementara di tempat terpisah, Nour Hikmah Kamarudin mengaku, sejauh ini ia bersama kedua rekannya tidak pernah ada masalah selama menjadi kader Posyandu. Bahkan kata Nour, setiap kali diundang dalam suatu kegiatan mereka selalu hadir.

“Tidak ada masalah. Malahan saya hadir setiap ada pertemuan,” ungkap Nour.

Berbeda dengan Nour, Indah Mauludu merasa dirugikan dengan pemberhentian itu. Sebab kata Indah, surat pemberhentian mereka tidak mencantumkan alasan yang jelas.

“Ini saja SK pemberhentian terbit tanggal 2 Juli 2021, kami kader posyandu saja masih bekerja,” beber Indah.

Menanggapi pemberhentian para kader Posyandu di Desa Buhu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Gorontalo, Nawir Tondako menjelaskan, kepala desa yang sudah dilantik bisa memberhentikan kader Posyandu. Namun, pemberhentian tersebut harus dibarengi dengan alasan yang jelas.

“Boleh. Tapi harus jelas alasannya,” jawab Nawir melalui pesan singkat WhatsApp.

R | Isma Uti

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close