Noldi Biya : Pemberhentian Sementara Bupati Adalah Kewenangan Mendagri!

POSTNEWS.ID – Sejumlah aktivis di Provinsi Gorontalo, beberapa waktu lalu meminta Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie untuk segera memberhentikan Darwis Moridu, dari jabatannya sebagai Bupati Boalemo, terkait kasus yang membelitnya saat ini.

Menanggapi tuntutan dari para aktivis tersebut, anggota Tim Kerja Bupati Boalemo, Noldi Biya mengatakan bahwa langkah yang dilakukan oleh para aktivis tersebut, merupakan sebuah langkah yang keliru, sebab menurutnya, kewenangan untuk memberhentikan sementara Bupati, sesuai yang diatur dalam undang-undang (UU) 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, adalah hak Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

“Sangat keliru ketika teman-teman aktivis meminta kepada gubernur, jadi biarlah kementerian dalam negeri yang menindaklanjuti itu, tidak usah teman-teman mendesak lagi gubernur,” ungkap Noldi saat mengadakan konfrensi pers di Kantor Kominfo Kabupaten Boalemo, Rabu (9/9).

Dalam UU 23 tahun 2014, mengatur tentang pemberhentian sementara kepala daerah yang tengah menghadapi persoalan hukum, dimana sesuai pasal 83 ayat 3 pada UU tersebut menyebutkan Pemberhentian sementara kepala daerah dan/atau wakil kepala daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilakukan oleh Presiden untuk gubernur dan/atau wakil gubernur serta oleh Menteri untuk bupati dan/atau wakil bupati atau wali kota dan/atau wakil wali kota.

Noldi bahkan mempertanyakan, kepentingan dari para aktivis yang sampai mendesak gubernur untuk segera memberhentikan Bupati Boalemo, sebab hal tersebut menurutnya disuarakan oleh aktivis yang bukan masyarakat Boalemo.

“Ini saya lihat seperti ada sebuah kepentingan besar, ada apa sebenarnya ini? Aktivis bukan aktivis boalemo, bukan masyarakat boalemo yang merasa terganggu dengan kasus yang sementara jalan ini,” tanya Noldi.

Sengaja kami menyampaikan ini, sehingga masyarakat tidak keliru, jangan masyarakat dibingungkan oleh berita-berita yang disalah artikan,” tutup Noldi.

Editor : Zul Hunowu

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close