Kembali, Wilayah Paguat & Dengilo Dilanda Banjir

POSTNEWS.ID – Hujan yang melanda wilayah Kecamatan Dengilo dan Paguat mengakibatkan 4 Desa, di dua kecamatan itu terdampak banjir, Kamis (15/7). Sedikitnya 252 Kepala Keluarga ikut terdampak luapan sungai Dengilo tersebut.

Dari pantauan langsung dilapangan, untuk Desa Hutamoputi, Kecamatan Dengilo, tinggi air mencapai dada orang dewasa, sementara untuk Desa Karangetan, Karya Baru Kecamatan Dengilo, serta Desa Bumbulan, Kecamatan Paguat, tinggi air setinggi 1 meter. Dari peristiwa tersebut, nampak para petugas gabungan BPBD, Tagana, TNI-Polri berupaya mengevakuasi warga lansia dan anak-anak.

Ditemui saat sedang mengumpulkan sisa-sisa puing, Yanti pun mengaku dirinya bersama keluarga tidak dapat menyelamatkan harta benda mereka karena air sungai yang cukup deras menghantam rumahnya.

“Semua perkakas rumah habis sudah, dibawa air. Air juga tiba-tiba tadi datang. Kita tau rumah somo roboh karna do ba bunyi-bunyi, jadi kita keluar,” ungkap Yanti.

Ditemui terpisah, Kepala Desa Hutamoputi, Iskandar Monoarfa, menyampaikan. Banjir yang terjadi diakibatkan luapan air sungai Dengilo, sehingga rumah-rumah penduduk yang berada tepat di bantaran sungai terdampak banjir. Dimana untuk total keluarga yang terdampak banjir tersebut berjumlah 118 KK. Atas peristiwa tersebut, dirinya menghimbau kepada warga masyarakat yang berada di bantaran sungai untuk segera mengevakuasi diri ke posko evakuasi yang telah disediakan.

“Kita yang dibantu BPBD, Tagana, TNI-Polri juga sudah menyediakan tempat evakuasi, mengingat juga kondisi cuaca yang masih mendung yang dikhawatirkan akan terjadi banjir susulan. Juga kepada masyarakat yang ada di bantaran sungai untuk bisa mengevakuasi diri ke tempat-tempat yang lebih aman,” tuturnya.

Sementara itu, Kabid Penanggulangan Bencana, BPBD Pohuwato, Iswan Gau, menjelaskan, selain melakukan evakuasi warga yang terdampal, pihaknya juga telah menyiapkan logistik untuk dapur umum yang nantinya akan dibagikan kepada masyarakat terdampak. Untun ketinggian air sendiri, dijelaskan Iswan sudah setinggi dada orang dewasa.

“Untuk banjir di Desa Hutamoputi tinggi airnya sudah mencapai 1 meter setengah. Ini memang banjir yang paling parah, karena dari dulu itu luapanya tidak sampai merembes ke desa-desa lainya,” tuturnya.

R|Guslan Kaco
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close