EKSEKUTIF

Pemkab Gorontalo Bantah Isu Bupati Nelson Diperas “Tuti”

POSTNEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gorontalo, Helmi Daud, menanggapi isu terkait seorang perempuan yang mencoba memeras, Bupati Nelson Pomalingo, yang disebarkan beberapa media online lokal Gorontalo.

Menurutnya, mestinya harus teradapat unsur narasumber yang jelas dan konkrit, ” Baik Tuti yang disebut sebagai orang yang di dalam dalam screenshoot WhatsApp, dan om Nelson yang dituding dalam perckapan itu. Dunia digital seperti ini, proses pembuktian terhadap digitalisasi perbincangan orang itu harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan ahli,” jelas Helmi.

Pihaknya juga menilai, media online yang memberitakan isu tersebut, tidak terdaftar sebagai anggota Dewan Pers, bahkan wartawannya tidak memiliki uji kompetensi yang dikeluarkan Dewan Pers, sehingga masih jauh dalam mengikuti regulasi dalam undang – undang pers. “Biasanya kalo tak sesuai regulasi perundangan hasilnya jadi jadian layaknya jailangkung” tegas Helmi saat diwawancarai Kamis, (30/07/).

Tambahnya lagi, pemberitaan salah satu Media online tersebut, disinyalir menggiring opini publik melalui pemberitaan yang seolah – olah percakapan itu mengarah kepada Bupati Gorontalo, tetapi jauh dari unsur – pemberitaan investigasi dalam mengungkap kebenaran informasi. “ Jika mengacu pada mekanjsme jurnalis investigasi hasilnya nol. Sebagai jurnalis investigasi, perlu mangacu dalam mengeksploraasi objek yang akan diberitakan atau dilaporkan, termasuk mewawancarai banyak pihak untuk menggali dan mendalami objek dan diperkuat dengan dokumentasi yang banyak, agar tidak hanya membangun narasi secara pribadi,” urai Helmi.

Diakhir tanggapanya, helmi menyebutkan berita ini terkesan igin menjatuhkan wibawa Pemerintah Daerah dan harkat maupun martabat seseorang untuk mengait kepentingan pribadinya dalam hitungan matematis.

Selebihnya, Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Gorontalo, Nasir Tengkodu, membantah isu tidak memiliki landasan moral dan etika profesi sebagai pedoman dalam menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas serta profesionalisme. “Ini melanggar etika jurnalis, tidak layak dikonsumsi pada masyarakat karena itu tidak menggambarkan syarat maupun kaidah pemberitaan, sumber beritanya tidak akurat dan tidak ada konfirmasi pada orang yang menjadi sasaran pemberitaan itu.” ungkapnya saat diwawancarai awak media.

Nasir menyebutkan bahwa hal tersebut bukanlah informasi yang baik. Pers itu keberadaannya menjadi penting sebagai wadah pemberi informasi bagi masyarakat umum. Dan Informasi juga harus yang bermanfaat, tanpa hoax atau mengandung fitnah. “Sehingga saya memandang ini hanya fitnah untuk melakukan pembunuhan karakter pejabat negara yaitu Bupati Kabupaten Gorontalo.” tukasnya.

Sebelumnya, Senin 27 Juli 2020, salah satu Media Online di Gorontalo memberitakan dengan judul “ Beredar Rekaman dan Screenshoot WhatsApp, Sebut Bupati Nelson “Tidak Pakai Baju” ”

R | Ronald Tine

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close