SPORT & LIFESTYLE

Kebiasaan Seorang Sulit Baca Cepat & Paham Isi Buku

POSTNEWS.ID – Mungkin saat ini anda sedang suntuk karena banyak buku yang anda beli tetapi belum juga selesai bacaannya. Banyak faktor yang mempengaruhi hal ini, seperti dilansir dalam jurnal unimet.co.id diantaranya kurang fokus dan Latihan.

Menurut Vidya Kumalasari dalam penelitiannya yang berjudul Latihan membaca cepat sebagai upaya peningkatan kemampuan cepat dan pemahaman membaca, mengungkap cara mengatasi factor penghambat cara cepat membaca dan paham isinya. Ia juga menulis terdapat beberapa kebiasaan yang perlu diketahui agar kita dapat membaca sebuah buku dan memahami isinya sebagai berikut.

  1. Vokalisasi adalah membaca sambil bersuara atau mengucapkan kata demi kata yang akan dibaca. Dengan demikian, kecepatan baca akan sama dengan berbicara. Tahukah berapa kecepatannya? Sangat lambat, kira-kira Cuma 120 kpm.  Membaca dengan bersuara merupakan kebiasaan buruk yang dapat menghambat kecepatan membaca. Agar dapat menghilangkan kebiasaan lama ini saat membaca, caranya adalah dengan memosisikan bibir seperti bersiul, dan meletakkan tangan di leher (jangan sampai terasa getarannya). Atau dengan cara meletakkan ujung lidah pada pangkal gigi dan bibir depan ditutup dengan rapat.
  2. Subvokalisasi yaitu membaca dengan suara kecil di dalam hati. Kebiasaan ini hampir sama dengan vokalisasi. Bedanya, dalam vokalisasi suara berada di bibir, sedangkan pada subvokalisasi, suara berada di hati. Meskipun begitu, dampak keduanya kurang lebih sama, yakni kecepatan baca sama dengan kecepatan berbicara. Cara mengatasi kebiasaan subvokalisasi ini adalah dengan jalan menyadarkan diri bahwa membaca cepat itu sangat diperlukan. Latihan yang cukup juga dapat membantu dalam mengatasi kebiasaan tersebut. Kita harus mampu membedakan membaca dalam hati dengan membaca oral, serta tidak boleh mencampur aduk kedua jenis membaca tersebut.
  3. Gerakan bibir Ada juga orang yang tidak bersuara, tetapi bibir seperti orang berbicara dan melafalkan sesuatu. Kebiasaan ini berakibat sama dengan dua kebiasaan buruk yang telah disebutkan sebelumnya. Untuk itu, sebaiknya jangan melakukan kebiasaan buruk itu ketika membaca. Untuk menghilangkan kebiasaaan buruk ini, caranya yaitu rapatkanlah bibir kuat-kuat-kuat, mengunyah permen karet, kedua bibir menjepit pensil atau benda lain yang ringan, seperti memosisikan bibir seperti orang bersiul (tanpa suara). Dengan cara-cara tersebut dapat menghilangkan kebiasaan buruk menggerakkan bibir saat membaca. Sehingga dapat membaca lebih cepat.
  4. Gerakan kepala Kebiasaan membaca sambil menggerakkan kepala dapat menghambat dalam membaca cepat. Disadari atau tidak ketika membaca kepala bergerak mengikuti kata demi kata dalam bahan bacaan. Dengan demikian, kepala bergerak secara teratur dari kiri ke kanan, lalu kembali lagi ke kiri, dan seterusnya. Kebiasaan ini akan menghambat kecepatan baca karena pergerakan kepala kalah jauh dengan pergerakan mata. Untuk menghilangkan kebiasaan buruk ini, caranya meletakkan telunjuk jari ke pipi, dan sadarkan siku tangan ke meja saat membaca. Jika tangan terdesak oleh gerakan kepala, segeralah untuk menghentikannya.
  5. Regresi Regresi adalah bergeraknya mata ke belakang untuk membaca ulang suatu kata atau beberapa kata sebelumnya. Mungkin pernah membaca suatu kalimat atau paragraf tersebut. Coba bayangkan, jika dalam satu halaman saja melakukan 10-15 kali, tentu sangat banyak waktu yang terbuang. Maka dari itu, kebiasaan buruk itu sangat menghambat dalam membaca cepat.

Masih dalam tulisannya, Soedarso mengungkapkan, ada beberapa faktor (alasan) yang menyebabkan seseorang melakukan regresi dalam membaca. Pertama, pembaca merasa kurang yakin dalam memahami tulisan yang dibaca. Kedua, pembaca merasa ada kesalahan cetak pada tulisan yang dibaca, kemudian mempertanyakan hal tersebut dalam hati. Ketiga, ada kata baru atau sulit dipahami maknanya. Keempat, ada kata baru yang sulit dipahami maknanya. Kelima, pembaca terpaku pada detail. Keenam, pembaca salah persepsi, seperti bertanya-tanya tentang angka yang baru dibacanya. Ketujuh, pembaca merasa ada sesuatu yang tertinggal. Cara mengatasi semua permasalahan tersebut adalah dengan menumbuhkan rasa percaya diri jangan terpaku pada detail, tetapi terus saja membaca. Jangan tergoda untuk kembali ke belakang. Ingatlah bahwa kemampuan otak dan mata jauh melebihi pikiran kita.

R I Ronald Tine

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close