UTAMA

Pemberitaan Virus Corona, AMSI Pusat Himbau Media Utamakan Kode Etik

POSTNEWS.ID – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menghimbau  pimpinan media anggota AMSI  mengedepankan kode etik jurnalistik dalam memberitakan terkait virus corona.

Ini disampaikan, sebagai upaya menyikapi merebaknya berita tentang virus ini,  para penderita, dan upaya pemerintah menangani serta menghadang penyebarannya, menyusul pengumuman resmi Presiden Joko Widodo, Senin (02/3) bahwa dua warga Indonesia positif terkena virus corona.

Penderita kini sudah dirawat secara intensif di Rumah Sakit Sulianti Saroso Jakarta, dan kondisi mereka  membaik, perlahan mulai pulih. Melalui siaran pers Selasa (03/03) Ketua AMSI pusat, Wenseslaus Manggut mengatakan langkah media anggota AMSI di seluruh Indonesia yang meliputi:

  1. Merahasiakan identitas penderita virus corona, seperti Nama, alamat dan data pribadi pasien tidak boleh disebarluaskan. Media wajib memastikan  pemerintah sudah menangani para penderita secara maksimal dan  melakukan segala yang diharuskan demi mencegah penyebaran virus ini.
  2. Hindari konten berita yang memicu publik menjadi panik. Konten seperti itu tidak akan membantu siapapun, tidak akan membantu negara, atau masyarakat dalam menangkal penyebaran virus ini dan menangani mereka yang tertular.
  3. Perbanyak konten-konten berita yang sifatnya edukatif, tentang bagaimana cara penularan, cara mengantisipasi, cara bersin dan cara batuk agar virus apapun tidak menular ke keluarga, sahabat di kantor, atau orang lain di area publik yang mereka kunjungi.
  4. Edukasi publik bahwa peluang sembuh dari virus ini sangatlah besar. Tumbuhkan optimisme  lewat data. Data kesembuhan tersedia di banyak negara. Vietnam bahkan mengumumkan semua yang terkena virus ini sembuh total. Kehati-hatian sangat penting, tapi ketakutan dan paranoid tidak membantu apa-apa, malah justru memparah suasana.
  5. Edukasi publik untuk hidup sehat. Konsumsi makanan sehat, olahraga, cara mencuci tangan, dan begitu banyak cara-cara sederhana agar terhindari dari virus ini.
  6. Dorong para pebisnis, pemilik, dan pengelola fasilitas umum seperti pusat perbelanjaan, restoran, hotel, perkantoran, transportasi umum untuk mengikuti ketentuan standar World Health Organization (WHO) dan pemerintah, dalam mengoperasikan fasilitas publik demi mencegah terjadinya penyebaran virus ini.
  7. dorong dan bantu pemerintah agar terus melakukan sosialisasi secara terus-menerus tentang  standardisasi penanganan yang dilakukan.

“Hindari ruang media kita dipakai untuk debat kusir, bertengkar, berpolemik yang tak perlu, yang justru menimbulkan kebingungan dan kepanikan di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Berita Beta | Redaksi
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close