Dari Sawala Pilkada Pohuwato Menuju 40 Ribu Suara Tanpa Politik Uang

POSTNEWS.ID – Sawala atau Diskusi Pilkada Pohuwato yang dilaksanakn Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pohuwato berkembang untuk mengakomodir barisan millenial menjadi relawan Demokrasi menolak politik uang.

Diskusi yang menghadirkan Penyelenggara pemilu itu, menyayangkan berbagai pesta demokrasi yang sulit membendung aksi politik uang. Riyan Ismail Bendahara KNPI Provinsi Gorontalo, mengaku siap membentuk relawan millenial untuk melahirkan demokrasi yang sehat di Kabupaten Pohuwato.

®postnews.id | Riyan Ismail Bendahara KNPI Provinsi Gorontalo (Kemeja Putih)

Menurutnya, patut kita menjadi perhatian KPUD dan Bawaslu Pohuwato kualitas demokrasi. “Jadi tidak ada salahnya, ketika Ketua KNPI Pohuwato meminta untuk bekerja sama dengan penyelenggara mengawasi serta mensukseskan politik tanpa uang (nilai Demokrasi),” tutur Riyan dalam acara Diskusi, di Warkop 008, Kamis (20/2).

Ia juga mencontohkan, Pileg 2019 lalu disinyalir maraknya money politik, bahkan diduga merembes ke penyelenggara itu sendiri. “KNPI menghimpun berbagai Organisasi Pemuda yang menggerakan ide dan gagasan kaum millenial yang wajar dilibatkan oleh Pihak Penyelenggara menjada eksistensi Demokrasi,” jelas Ketua PB HPMIG.

Mahasiswa pasca Sarajan Pohuwato ini, mengaku resah dengan kondisi demokrasi yang mulai tergerus dengan politik uang. Ia juga meyakinakan pihak penyelenggara Pilkada Pohuwato agar mengakomodir generasi millenial dalam pengawasan Pemilu agar Money Politik di Pohuwato dapat dibendung.

R | Ronald Tine
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close